Video

Apa Itu Stunting?

Edukasi Thumbnail

Video ini menjelaskan secara komprehensif mengenai stunting, sebuah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan yang menghambat tumbuh kembang anak. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stunting didefinisikan sebagai kondisi anak yang memiliki tinggi badan sangat pendek untuk usianya (di bawah minus dua standar deviasi kurva pertumbuhan), yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Kondisi ini bersifat permanen dan terjadi pada periode kritis 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Secara global, 148 juta anak di bawah lima tahun mengalami stunting, dan di Indonesia, prevalensinya mencapai 21,6%.

Dampak stunting sangat merusak karena menghambat perkembangan otak secara drastis, yang pada masa 1.000 HPK seharusnya membentuk hingga 1.000 koneksi saraf baru per detik. Akibatnya, stunting menurunkan kemampuan kognitif dan belajar, yang berujung pada prestasi akademik yang buruk serta kerugian ekonomi di masa depan. Lebih jauh lagi, stunting menciptakan siklus antargenerasi: anak perempuan yang stunting berisiko menjadi ibu yang stunting, yang dapat mengalami komplikasi saat melahirkan. Selain itu, individu yang pernah mengalami stunting juga lebih rentan terhadap penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas saat dewasa.

Penyebab utama stunting meliputi gizi buruk pada ibu hamil, praktik menyusui dan pemberian MPASI yang tidak memadai, serta infeksi akibat sanitasi yang buruk. Oleh karena itu, video ini menekankan pentingnya pencegahan melalui investasi pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk memastikan nutrisi yang baik, lingkungan yang bersih, dan akses kesehatan yang memadai guna memutus mata rantai stunting dan menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif.